Photobox

Saturday, September 10, 2011

Coba ingat-ingat kapan terakhir kali photobox? Pasti sudah dua atau tiga tahun yang lalu. Saat kita belum disuguhi [mungkin sudah tapi hanya kalangan atas] dengan ponsel berkamera. Apalagi sekarang, selain bisa mengambil gambar, ponsel juga bisa digunakan untuk memunggah foto. Nggak perlu repot menyambungkan ponsel ke komputer. Semua kegiatan berbagi foto bisa dilakukan melalui ponsel.

Saya sudah lama tidak photobox. Tapi hari ini akhirnya saya bisa masuk kotak  bersama tiga orang teman saya, yaitu Kiki, Daboe dan Acit. Niatnya cuma iseng, ingin merasakan lagi foto berbayar dan mempunyai  foto yang dicetak. Kebetulan kami sedang berada di Pondok Indah Mall dan bingung mau melakukan apalagi, kami putuskan untuk mampir ke booth Fuji Film di lantai dasar.

Harga photobox tak semurah dulu. Naik sekitar Rp 5000. Setelah membayar, kami berempat berjubel di dalam kotak yang ukurannya kecil itu. Eh, perasaan saya dulu, box ini bisa menampung enam orang. Tapi sekarang, untuk kami berempat saja sudah sangat sempit. Mungkin dulu badan kami masih kurus-kurus kali ya?

Kami mulai mengikuti setiap instruksi dari mesin photobox. Pertama memilih jenis fotonya. Fun atau ID. Kami memilih ID atas dasar kesederhadaan. Dalam foto ID ini tidak ada ornamen seperti bingkai atau aksesoris lainnya. Kalau dibingkai, kayaknya kok alay ya? :p

Setelah itu, kami disuruh memilih format pencetakan foto. Saking lamanya memilih, mesin secara otomatis memilihkan format. Dan pilihan si mesin kurang tepat karena membuat wajah kami terpotong.

Karena tak mau mendapatkan foto dengan wajah terpotong-potong, kami meminta Mas Operator untuk menggulang proses pemilihan format pencetakan.

Setelah format yang benar didapatkan kami siap-siap bergaya di depan kamera. Nah, pada bagian ini, pasti selalu dipenuhi canda tawa karena bingung mau bergaya apa.

Empat kali kami dipoto. Hasilnya kocak sekali. Ada satu pose dimana saya menganga lebar. Lihat deh.


Selain Photobox, hari ini makin menyenangkan karena makan gratis dibayari oleh Acit di Pancious. Juga karena tak sengaja bertemu dengan Adist sekaligus mengunjungi Heidy di Starbucks.

Adist, Friska, Saya, Daboe, Kiki, Meida, Acit
PS: Kondisi tubuh melemah. Makin lemah karena masih kepikiran peristiwa semalam. Semoga semuanya akan baik-baik saja, terutama dengan Ibu. Ya Allah, lindungi selalu Ibu. Jaga kesehatan Ibu selalu.

You Might Also Like

2 komentar

  1. Wkwkwk.. Jadi kangen photobox, Boi. Terakhir kali jaman kuliah semester 4, euy. Bekgronnya lope-lope :p

    ReplyDelete
  2. eh ralat.. gw juga jaman2 kuliah.. empat tahun lalu.. deng. Yuk kapan2 anak kuningan photobox

    ReplyDelete